Minggu, 28 Februari 2010

tugas management strategi

.
0 komentar

1. a. Jelaskan Bagaimana Bagan Proses Manajemen Strategi

b. Jelaskan Apa Maksud Dari Bagan Tersebut
Secara umum proses manajemen strategi terdiri dari 4 tahap, yaitu:
1. Menetapkan arah dan misi organisasi,
2. Memahami lingkungan internal dan eksternal organisasi,
3. Memformulasikan strategi,
4. Mengimplementasikan strategi, dan
5. Mengevaluasi dan mengawasi strategi.

1. Menetapkan arah dan misi organisasi
Setiap organisasi pasti mempunyai visi,misi dan tujuan. Visi,misi dan tujuan ini akan menentukan arah yang akan dituju oleh organisasi. Tanpa adanya visi,misi, dan tujuan maka kinerja organisasi akan berjalan acak dan kurang jelas serta mudah berubah dan diombang-ambingkan oleh situasi eksternal. Perubahan yang tidak mempunyai visi, misi dan tujuan seringkali bertindak spontantitas dan kurang sistematis seperti yang dilakukan oleh pedagang kecil hanya untuk memperoleh sesuap nasi. Tentunya hal ini tidak boleh terjadi bagi suatu organisasi bisnis (perusahaan) apalagi jika perusahaan tersebut boleh dikatakan skala menengah dan atas.

2. Memahami lingkungan internal dan eksternal
Tujuan analisis lingkungan adalah untuk dapat mengerti dan memahami lingkungan oraganisasi sehingga manajemen akan dapat melakukan reaksi secara tepat terhadap setiap perubahan, selain itu agar manajemen mempunyai kemampuan merespon berbagai isu kritis mengenai lingkungan yang mempunyai pengaruh yang cukup kuat terhadap perusahaan. Lingkungan terdiri dari lingkungan eksternal dan lingkungan internal. Lingkungan eksternal berada di luar perusahaan sedangkan lingkunga internal berada di dalam perusahaan.

Lingkungan eksternal:
Memiliki dua variabel yakni peluang (opportunity) dan acaman (threats)
Terdiri dari dua bagian yaitu lingkungan tugas dan lingkungan umum

Lingkungan internal:
Memiliki dua variabel yakni kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness)
Mencakup semua unsur bisnis yang ada di dalam perusahaan seperti struktur organisasi perusahaan, budaya perusahaan dan sumber daya.

3. Memformulasikan strategi
Formulasi strategi melibatkan penetapan serangkaian tindakan yang tepat guna mencapai tujuan perusahaan. Formulasi strategi ini meliputi pengembangan misi bisnis, analisa SWOT:mengidentifikasi peluang dan ancaman eksternal serta mengukur dan menetapkan kelemahan dan kekuatan internal dan menetapkan tujuan jangka panjang.

Analisa SWOT
SWOT merupakan singkatan dari strength (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunity (peluang) dan threats (ancaman). Pendekatan ini mencoba menyeimbangkan kekutaan dan kelemahan internal organisasi dengan peluang dan ancaman lingkungan eksternal organisasi.

· Kekuatan (strength) adalah suatu kondisi di mana perusahaan mampu melakukan semua tugasnya secara sangat baik (diatas rata-rata industri).

· Kelemahan (weakness) adalah kondisi di mana perusahaan kurang mampu melaksanakan tugasnya dengan baik di karenakan sarana dan prasarananya kurang mencukupi.

· Peluang (opportunity) adalah suatu potensi bisnis menguntungkan yang dapat diraih oleh perusahaan yang masih belum di kuasai oleh pihak pesaing dan masih belum tersentuh oleh pihak manapun.

· Ancaman (threats) adalah suatu keadaan di mana perusahaan mengalami kesulitan yang disebabkan oleh kinerja pihak pesaing, yang jika dibiarkan maka perusahaan akan mengalami kesulitan dikemudiaan hari.

4. Mengimplementasikan strategi
Di dalam implementasi strategi, perusahaan diharapkan menetapkan atau merumuskan tujuan perusahaan tahunan (annual objective of the business), memikirkan dan merumuskan kebijakan, memotivasi karyawan serta mengalokasikan sumber daya sehingga strategi yang telah di formulasikan dapat dilaksanakan. Mengimplementasikan berarti menggerakan para karyawan dan manajer untuk menempatkan strategi yang telah formulasikan menjadi tindakan nyata. Implementasi strategi memerlukan kinerja dan disiplin yang tinggi tetapi juga diimbangi dengan imbalan yang memadai. Tantangan implementasi adalah menstimulir para manajer dan karyawan melalui organisasi agar mau bekerja dengan penuh kebanggaan dan antusias ke arah pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.

5. Mengevaluasi dan mengawasi strategi
Evaluasi dan pengawasan strategi merupakan tahap terakhir di dalam proses strategi. Pada dasarnya evaluasi strategi mencakup 3 hal, yaitu:

1. Mereview faktor internal dan eksternal yang menjadi dasar bagi strategi yang sedang berlangsung,
2. Mengukur kinerja yang telah dilakukan, dan
3. Mengambil berbagai tindakan perbaikan.

Evaluasi strategi sangat diperlukan sebab keberhasilan perusahaan dewasa ini tidak menjadi jaminan keberhasilan perusahaan di masa yang akan datang.

2. a. Jelaskan apakah definisi Misi, Tujuan Organisasi

Misi adalah bentuk dari apa yang kita rumuskan di masa depan.

Misi merupakan sebuah pernyataan yang menegaskan visi lewat pilihan bentuk atau garis besar jalan yang akan diambil untuk sampai pada visi yang telah lebih dahulu dirumuskan. Keduanya tidak memiliki dimensi ukur kuantitatif ( presentase, besaran waktu, dll ). Sebagai konsep yang lebih ideal, visi dan misi ini harus diterjemahkan lagi dalam konsep yang lebih nyata dan terukur yaitu tujuan ( obyective ) dan jauh lebih riil untuk mencapai tujuan yang kita cita-citakan.

Tujuan, merupakan hasil akhir dari suatu aktivitas atau kinerja. Dalam tujuan ini akan ditegaskan apa yang akan dicapai, kapan, berapa yang harus dicapai.

b. Buatkan contoh rumusan masing-masing dengan cara jelaskan dulu apa definisi bisnis atau bidang organisasinya

PT TELKOM adalah layanan penyedia informasi dan telekomunikasi yang berdedikasi penuh di indonesia.Perusahaan ini menyediakan layanan telepon,data internet ataupun pelayanan jaringan interkoneksi.Perusahaan ini mencakup dalam pelayanan,pembangunan,penyediaan,pengembangan,pengoperasian,pemasaran ataupun penjualan jaringan telekomunikasi dan informasi.Pada awalnya TELKOM dikenal sebagai sebuah badan usaha swasta penyedia layanan pos dan telegrap atau dikenal dengan nama "jawatan".Pada tahun 1961 status jawatan diubah menjadi perusahaan negara pos dan telekomunikasi.Pada tahun 1974 PN telekomunikasi disesuaikan menjadi perusahaan umum telekomunikasi (perumtel) yang menyelenggarakan jasa telekomunikasi nasional maupun internasional.Pada tanggal 14 November 1995 diresmikan PT.Telkom indonesia sebagai nama perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia.

· Visi

Menjadi Perusahaan Infocom terkemuka di regional

· Misi

· Menyediakan layanan Infocom terpadu dan lengkap dengan kualitas terbaik dan harga kompetitif

-Menjadi model pengelolaan korporasi terbaik di Indonesia

3. Jelaskan apa yang yang dimaksud dengan :

a) Pengertian analisis lingkungan eksternal organisasi (EFAS)? Analisis lingkungan eksternal organisasi ( EFAS) merupakan suatu analisis yang digunakan untuk menilai seatu perusahaan berdasarkan factor eksternal. Analisis ini bisa menggunakan analisis SWOT.

b) Meliputi faktor apa saja yang dianalisis dalam analisis lingkungan sosial (makro) dan lingkungan tugas (mikro), sebutkan masing-masing?
Lingkungan Makro
1. Demografi

2. Global

3. Teknologi Politik Legal
4. Sosial 5. Ekonomi

Lingkungan Mikro
1. Kompetitor
2. Supplier

3. Substitusi

4. Pelanggan

readmore »»

Sabtu, 02 Januari 2010

akuntansi sektor publik

.
1 komentar

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

Akuntansi sektor publik memiliki kaitan erat dengan penerapan dan perlakuan akuntansi pada domain publik yang memiliki wilayah lebih luas dan kompleks dibandingkan sektor swasta atau bisnis. Keluasan wilayah publik tidak hanya disebabkan keluasan jenis dan bentuk organisasi yang berada di dalamnya, tetapi juga kompleksitas lingkungan yang mempengaruhi lembaga-lembaga publik tersebut.

Secara kelembagaan, domain publik antara lain meliputi badan-badan pemerintahan (Pemerintah Pusat dan Daerah serta unit kerja pemerintah), perusahaan milik negara dan daerah (BUMN dan BUMD), yayasan, universitas, organisasi politik dan organisasi massa, serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Jika dilihat dari variabel lingkungan, sektor publik tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti politik, sosial, budaya, dan historis, yang menimbulkan perbedaan dalam pengertian, cara pandang, dan definisi. Dari sudut pandang ilmu ekonomi, sektor publik dapat dipahami sebagai entitas yang aktivitasnya menghasilkan barang dan layanan publik dalam memenuhi kebutuhan dan hak publik.

American Accounting Association (1970) dalam Glynn (1993) menyatakan bahwa tujuan akuntansi pada organisasi sektor publik adalah memberikan informasi yang diperlukan agar dapat mengelola suatu operasi dan alokasi sumber daya yang dipercayakan kepada organisasi secara tepat, efisien, dan ekonomis, serta memberikan informasi untuk melaporkan pertanggung-jawaban pelaksanaan pengelolaan tersebut serta melaporkan hasil operasi dan penggunaan dana publik. Dengan demikian, akuntansi sektor publik terkait dengan penyediaan informasi untuk pengendalian manajemen dan akuntabilitas.

Kerangka transparansi dan akuntabilitas publik dibangun paling tidak atas lima komponen, yaitu sistem perencanaan strategik, sistem pengukuran kinerja, sistem pelaporan keuangan, saluran akuntabilitas publik (channel of public accountability), dan auditing sektor publik yang dapat diintegrasikan ke dalam tiga bagian akuntansi sektor publik, yaitu: Akuntansi Manajemen Sektor Publik, Akuntansi Keuangan Sektor Publik, dan Auditing Sektor Publik.

AKUNTANSI MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK

Peran utama akuntansi manajemen dalam organisasi sektor publik adalah memberikan informasi akuntansi yang relevan dan handal kepada manajer untuk melaksanakan fungsi perencanaan dan pengendalian manajemen. Fungsi perencanaan meliputi perencanaan strategik, pemberian informasi biaya, penilaian investasi, dan penganggaran, sedangkan fungsi pengendalian meliputi pengukuran kinerja. Informasi yang diberikan meliputi biaya investasi yang dibutuhkan serta identifikasinya, penilaian investasi dengan memperhitungkan biaya dengan manfaat yang diperoleh (cost-benefit analysis), dan penilaian efektivitas biaya (cost-effectiveness analysis), serta jumlah anggaran yang dibutuhkan.

Dalam perkembangannya, kelemahan dan ketertinggalan sektor publik dari sektor swasta memicu munculnya reformasi pengelolaan sektor publik dengan meninggalkan administrasi tradisional dan beralih ke New Public Management (NPM), yang memberi perhatian lebih besar terhadap pencapaian kinerja dan akuntabilitas, dengan mengadopsi teknik pengelolaan sektor swasta ke dalam sektor publik.

Penerapan NPM dipandang sebagai suatu bentuk reformasi manajemen, depolitisasi kekuasaan, atau desentralisasi wewenang yang mendorong demokrasi (Pecar, 2002). Perubahan dimulai dari proses rethinking government dan dilanjutkan dengan reinventing government (termasuk didalamnya reinventing local government) yang mengubah peran pemerintah, terutama dalam hal hubungan pemerintah dengan masyarakat (Mardiasmo, 2002b; Ho, 2002; Osborne and Gaebler, 1993; dan Hughes, 1998). Perubahan teoritis, misalnya dari administrasi publik ke arah manajemen publik, pemangkasan birokrasi pemerintah, dan penggunaan sistem kontrak telah meluas di seluruh dunia meskipun secara rinci reformasinya bervariasi. Tren di hampir setiap negara mengarah pada penggunaan anggaran berbasis kinerja, manajemen berbasis outcome (hasil), dan pengunaan akuntansi accrual meskipun tidak terjadi dalam waktu bersamaan (Hoque, 2002; Heinrich, 2002). Polidano (1999) dan Wallis dan Dollery (2001) menyatakan bahwa NPM merupakan fenomena global, akan tetapi penerapannya dapat berbeda-beda tergantung faktor localized contingencies.

Walaupun penerapan NPM bervariasi, namun mempunyai tujuan yang sama yaitu memperbaiki efisiensi dan efektivitas, meningkatkan responsivitas, dan memperbaiki akuntabilitas manajerial. Pemilihan kebijakannya pun hampir sama, antara lain desentralisasi (devolved management), pergeseran dari pengendalian input menjadi pengukuran output dan outcome, spesifikasi kinerja yang lebih ketat, public service ethic, pemberian reward and punishment, dan meluasnya penggunaan mekanisme contracting-out (Hood, 1991; Boston et al.,1996 dalam Hughes and O’Neill, 2002; Mulgan, 1997).

NPM memberikan kontribusi positif dalam perbaikan kinerja melalui mekanisme pengukuran yang diorientasikan pada pengukuran ekonomi, efisiensi, dan efektivitas meskipun penerapannya tidak bebas dari kendala dan masalah. Masalah tersebut terutama berakar dari mental birokrat tradisional, pengetahuan dan ketrampilan yang tidak memadai, dan peraturan perundang-undangan yang tidak memberikan cukup peluang fleksibilitas pembuatan keputusan (Pecar, 2002).

Penerapan NPM seharusnya didukung dengan penerapan Public Expenditure Management (PEM) dalam pengalokasian dan penggunaan sumber daya secara responsif, efektif, dan efisien (Schiavo-Campo and Tomasi, 1999). PEM tidak hanya dikaitkan dengan pengeluaran, tetapi juga memperhatikan pendapatan sebagai suatu kesatuan, sehingga kooperasi aparat pajak dengan aparat penganggaran untuk berbagai hal seperti budget forecasting, macroeconomic framework formulation, trade-offs between outright expenditures, dan tax concessions adalah suatu keharusan.

Dalam kerangka desentralisasi, PEM dilaksanakan dengan memperhatikan kondisi ekonomi, sosial, dan kemampuan daerah serta memperhatikan local factor endowments, institusi daerah, dan kebutuhan daerah dalam perspektif jangka panjang. Penerapan PEM dilaksanakan untuk mewujudkan agregate fiscal discipline, allocative efficiency, dan operational efficiency (Schiavo-Campo and Tomasi, 1999; Campos, 2001). Hal tersebut dapat dilaksanakan apabila StrategicManagementAccounting (SMA) diterapkan dalam pemerintahan. SMA membantu penyediaan informasi, pengendalian, dan evaluasi kinerja meskipun lingkungan dan kebutuhan organisasi terus berubah karena SMA menekankan continual feedback dan orientasi jangka panjang dalam membuat keputusan strategis dan menilai efektivitasnya (Hoque, 2002).

Dalam perkembangannya, konsep value for money diperluas dengan penerapan best value performance framework yang menunjang reformasi layanan publik. Reformasi layanan publik meliputi empat hal mendasar yaitu adanya standar nasional, keleluasaan dalam menyediakan layanan, fleksibilitas organisasi, dan eksplorasi jenis layanan yang dapat disediakan (ODPM, 2003). Layanan masyarakat seharusnya mempunyai kriteria seperti adanya standar yang tinggi dan responsif terhadap kebutuhan masyarakatnya serta dapat diakses oleh masyarakat yang membutuhkan. Standar yang tinggi dan responsif merupakan sesuatu yang relatif yang dapat diantisipasi dengan penetapan standar pelayanan minimal (SPM) atau minimum standard level of public services. Indonesia saat ini sudah mempunyai PP No. 65 Tahun 2005 yang mengatur tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal.

Tujuan pokok best value adalah memodernisasi penilaian pengelolaan pemerintahan sehingga unit kerja yang berwenang menyediakan layanan yang baik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat sehingga layanan yang disediakan bukan berdasarkan dana yang tersedia (pelayanan merupakan fungsi pendapatan), tetapi lebih pada apa yang dibutuhkan masyarakat (pelayanan merupakan fungsi kebutuhan). Setiap unit kerja menentukan target dan tujuan serta merefleksikannya ke dalam suatu performance plan yang memberikan informasi mengenai jenis layanan yang disediakan, cara menyediakan layanan, obyek pemakai layanan, kualitas layanan yang diharapkan, dan tindakan yang diperlukan dalam menyediakan layanan (Jones and Pendlebury, 2000). Best value juga menyelaraskan prioritas dan fokus nasional dengan prioritas dan fokus daerah sehingga pengembangan layanan publik tidak tumpang tindih.

Best value menitikberatkan pada pembangunan yang berkelanjutan, keseimbangan kualitas layanan yang disediakan dengan biaya yang dikeluarkan, dan meningkatkan akuntabilitas pemerintah dalam menyediakan layanan publik.Best value meningkatkan akuntabilitas dengan cara konsultasi dan musyawarah untuk memastikan adanya komunikasi yang efektif dalam komunitas daerah. Selain itu, best value juga mensyaratkan adanya evaluasi pada setiap aspek pekerjaan dari berbagai perspektif untuk menilai kinerja unit kerja tersebut. Best value dapat mengadopsi teknik-teknik manajemen sektor privat seperti value planning, value engineering, dan value analysis, serta konsep customer value. Dengan demikian, best value dapat dikatakan sebagai konsep pengelolaan yang berfokus pada pelanggan dan kinerja.

Penerapan konsep-konsep di atas seperti value for money, NPM, dan best value akan lebih nyata apabila sistem manajemen strategik yang berbasis Balanced Scorecard (BSC). Sistem manajemen strategik tersebut terdiri dari sistem perumusan strategi, sistem perencanaan strategi, sistem penyusunan program, sistem penyusunan anggaran, sistem pengimplementasian, dan sistem pemantauan.

www.bppk.depkeu.go.id

readmore »»

Senin, 30 November 2009

Coment Integrtitas

.
2 komentar

saya ingin menulis ulang komentar mengenai integrasi yang waktu itu.Sebenarnya waktu itu saya udah kirim tapi ke email ibu yang satu lagi,tapi kata teman-teman harus ke email ini bu.Terkait mengenai integrasi,saya sangat setuju dengan pernyataan yang mengatakan bahwa integritas merupakan kualitas tertinggi yang mestinya dapat dicapai oleh setiap orang,karena menurut pendapat saya,orang-orang yang sukses dan profesional sekalipun belum tentu memiliki integritas,sedangkan orang yang memiliki integritas merupakan orang yang tergolong sukses karena setidaknya ia sudah berhasil mengintegritaskan segala aspek seperti aspek fisik,psikis,dan spiritual secara selaras dan seimbang.Dan mengenai pertanyaan pada halaman pertama,"apakah seorang pemimpin sudah berarti sukses?"tentu saja jawabnnya belum.Karena jumlah korupsi yang semakin menjamur sudah cukup membuktikan lemahnya nilai integritas yang tertanam.Seseorang yang memiliki integrasi kuat akan senantiasa berkiblat pada kejujuran sehingga ia tidak akan mau melakukan sesuatu yang bersifat penyelewengan terhadap norma masyarakat,sosial dan agama.sekian komentar dari saya

readmore »»

Nilai-nilai pribadiku

.
0 komentar

Saya yakin kita semua pasti memiliki banyak keinginan,harapan dan cita-cita,tak terlepas dari saya yang juga memiliki banyak keinginan yang ingin saya capai untuk menjadi orang yang lebih baik lagi.terkait mengenai tugas softskill tentang nilai-nilai pribadi,ada nilai tangible dan juga intangible.
pada nilai tangible,saya ingin sekali lulus dengan nilai yang baik,setiap mahasiswa pasti memiliki keinginan yang sama dengan saya,dan usaha yang saya lakukan untuk mencapai keinginan itu adalah dengan belajar yang serius dan mengerjakan semua tugas denga baik,terlebih lagi saya harus mengejar ketinggalan sks saya mengingat pada semester 4 lalu saya sempat cuti slama satu semester dikarnakan kecelakaan.
selain itu kenginan lain saya adalah untuk mendaapatkan pekerjaan sebagai akuntan profesional
ketika saya lulus nanti,tentunya saya harus lebih banyak menggali ilmu mengenai ilmu perbankan dan akutansi,tidak malu untuk belajar kepada orng yg lebih ahli dan juga bertukar pikiran dan sharing ilmu.
kemudian saya juga ingin sekali memberangkatkan kedua orng tua saya untuk pergi haji.untuk itu saya akan bekerja keras dan pastinya menabung untuk dapat mewujudkan keinginan mulia itu.

pada nilai intangible saya ingin sekali,menjadi orang yang berguna bagi kedua orng tua dan pada masyarakat sekitar saya.tentunya dengan berprilaku sewajarnya dan menjaga nama baik
keluarga.berbuat baik pada sesama manusia dan berusaha memberikan bantuan kepada yang membutuhkan.
saya ingin menjadi hamba tuhan yang lebih baik dengan cara lebih mendekatkan diri kepada ALLAH SWT,berusaha semaksimal mungkin untuk tidak mengecewakan tuhan dengan tidak melanggar norma-norma agama dan lain-lainnya.
jika nanti saya berkeluarga,saya ingin menjadi istri setia dan saleha.dengan melayani suami dengan sepenuh hati,dan menuruti perintah suami, selama perintah itu baik dan benar bagi saya n keluarga.

readmore »»

Sabtu, 21 November 2009

my music inspiration

.
0 komentar

T.A.T.U,2 cewek fenomenal ini emang kontroversial dan terkesan berani,dan mereka gak pernah buat gw kecewa dengan karya mereka

dengan single :How soon is now

all Bout' us

30 minutes

ga tau kenapa dari dulu 3 lagu itu bikin "grrrrr"
dan perlu diakui totalitas mereka dalam bermusik mampu
menciptakan karakter yang kuat sehingga membuat mayoritas lagu mereka menjadi "bernyawa"....i love it!



lain hal nya dengan T.A.T.U, muse juga band inspirational banget buat
gue,mereka jenius sehingga tiap lagunya bisa bermakna dalem dan kuat
buat pendengarnya,single mereka yang paling the best buat gue adalah
"unintended"
sampai ratusan kali diputar juga gak bakalan bosan,buat gue itu lagu bener-bener simbol cinta,,,setujuuuu ga temen2 hehehe

readmore »»

Minggu, 08 November 2009

.
2 komentar



kenapa nama blog gue musti dolphinerz???

dolphinerz itu artinya penyuka lumba-lumba

dan gue salah satu pengagum beratzzz hewan cantik ini

selain lucu,,,lumba-lumba itu hewan yang memiki tingkat kecerdasan otak yang luar biasa,tingkat kesetiakawanan yang tinggi,dan dia memiliki kepekaan yang tinggi,lumba-lumba ga akan pernah menyakiti orang yang memperlakukannya dengan lembut untuk itu ia juga sering menjadi simbolis cinta yang melafalkan kasih sayang.maka itu gue namain blog gue "dolphinerz"...dengan harapan blog ini juga bisa diisi dan dipenuhi oleh tulisan-tulisan yang lembut dan bermanfaat tanpa ada unsur kasar dan kekerasan....(cwiittt..cwiiit)

readmore »»

puisi misha...

.
2 komentar

CrEaTeD By : Alm. MiShA
ini adalah puisi inspiratif dari seorang cewek tegar yang survive ngelawan penyakitnya
bernama misha,
lebih tepatnya, it's the last great poem from a leukimia's sufferer
about a beautiful romance of friendship
judulnya: "SAHABAT"

sAhabat adalah kebutuhan jiwa
yang mendapat imbangan
dialah ladang hati...
yang kau taburi & kau petik buahnya penuh rasa terima kasih
Dia pula lah naungan,sejuk keteguhanmu
sebuah pendiangan demi kehangatan sukmamu
karena kau menghampirinya
dikala hati gersang kelaparan
dan mencarinya dikala jiwa membutuhkan kedamaian
dan dalam kemanisan persahabatan
biarkanlah ada tawa
riang kegembiraan...
Berbagi duka dan kesenangan
sebab dari titik kecil embun pagi
hati manusia menghirup fajar hati
dan menemukan gairah segar kehidupan

readmore »»
 

feel my melody